Indonesia, Jakarta, January 16, 2006
Dalam rangka mendukung upaya menanggulangi penyakit flu burung di Indonesia, Palang Merah Indonesia ikut membantu pemerintah dalam program penanggulangan penyebaran penyakit mematikan ini. Upaya tersebut dilakukan PMI dalam tiga langkah strategis yakni : Community Awarenss, Bio Security dan Community Based Surveillance.
Hingga akhir tahun telah disebar 400.000 lembar brosur tentang flu burung di dua belas propinsi dan kabuoaten rawan epidemic sebagai bentuk penyadaran masyarakat. Untuk langkah surveillance, PMI telah menyiagakan dan siap mengerahkan sekitar 56.000 relawannya guna melakukan pemantauan. "PMI memiliki akses hingga ke desa-desa. Dengan relawannya yang akan dilatih, mereka siap dimobilisasi untuk menyampaikan ke Dinas terkait bila menemukan unggas mati yang mencurigakan. Hal ini merupakan bagian dari langkah surveillance yang paling sederhana," jelas Ketua Umum PMI, Mar'ie Muhammad.
Sedangkan penerapan langkah bio security akan dilakukan PMI bekerjasama dengan Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), PT. Dupont, dan Dinas Peternakan terhadap peternakan sektor 4 (ternak dibawah 500 ekor) di 150 desa. Sebagai langkah awal, program bio security ini akan diujicobakan di desa Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang di tiga pekarangan unggas sebagai percontohan selama satu bulan. Program ini merupakan realisasi nyata dari komitmen PMI bersama Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional yang dinyatakan pada Pertemuan Regional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah se Asia Tenggara di Jakarta, 18 Desember 2005 silam.
Sebagai bentuk persiapan uji coba program bio security tersebut, PMI atas dukungan PT. Dupont juga telah melakukan pelatihan bagi relawan yang akan bertugas di lokasi. Para relawan tersebut akan membantu mendeteksi dini flu burung, mengedukasi masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan peternakan, serta melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah peternakan seminggu sekali.