Permasalahan utama yang hingga kini masih menjadi hambatan bagi para petani jagung disebagian besar wilayah di Indonesia yang beriklim tropis ini adalah pengelolaan pasca panen.
Baiknya hasil panen yang di dapat petani terkadang tidak dilanjutkan dengan penanganan pasca produksi yang tepat karena terkendala peralatan pasca panen. Alhasil kualitas jagung yang dihasilkan belumlah maksimal.
Oleh karenanya, agar kualitas jagung dari petani terjaga baik sehingga mempunyai nilai jual yang tinggi, PT DuPont Indonesia sebagai produsen benih jagung hibrida merek Pioneer, melalui Pioneer International Grant Program, memberikan hibah bantuan sebuah Corn Dryer kepada kelompok tani di Desa Danyang Kec. Purwodadi Kabupaten Grobogan. Adanya bantuan mesin pengering jagung itu diharapkan dapat membantu petani di dalam mengatasi permasalahan pasca panen yang kerap menjadi kendala itu.
Menurut Mardahana Business Manager PT DuPont Indonesia, Pioneer International Grant Program ini merupakan program sosial kemanusiaan tahunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan petani di sekitar daerah pemasaran Pioneer. “Jadi semacam tanggap perusahaan atas kondisi lingkungan di sekitar daerah pemasaran pioneer” tukasnya.
“Adanya corn dryer unit yang dikelola kelompok tani ini nantinya diharapkan menjadi pusat bagi perputaran jagung di daerah itu. Misalnya kelompok tani dapat melakukan pembelian jagung hasil panen dari kelompok atau petani lain, kemudian membantu penyalurannya ke trader atau ke pabrik pakan. Dengan adanya corn dryer unit ini, mutu jagung kering yang dihasilkan petani dapat meningkat, penghasilannya bertambah serta mempunyai posisi tawar yang lebih baik di dalam turut menetapkan harga jual ke tingkat yang lebih tinggi lagi,” lanjut Mardahana.
Pioneer International Grant program ini telah berlangsung sejak tahun 2005. Tahun 2005 lalu, total nilai yang dialirkan untuk kepentingan petani di Indonesia lebih dari USD 49,000. Untuk tahun 2006 ini, total alokasi dana yang akan disumbangkan menjadi USD 87,416.
Kabupaten Grobogan mempunyai luas areal tanam jagung sekitar 100 ribu hektar. Total produksinya menyumbang 17,6% terhadap total produksi jagung di pulau Jawa. Dengan hamparan jagungnya terluas di Jawa Tengah, dan tingkat pemakaian hibridanya mencapai 85%, Grobogan termasuk kontributor jagung terbesar dan strategis bagi propinsi Jawa Tengah
Untuk Keterangan lebih Lanjut Hubungi :
Tri Koentjoro
PT. DuPont Indonesia
Tel: 021- 527 8988, 0811 196 133