The miracles of science™

Select Industry


DuPont Indonesia Media Center

Kelalaian Kerja di Perusahaan Mengakibatkan “Efek Bola Salju”

Indonesia, Jakarta, November 29, 2006

Kesadaran Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di Perusahaan-perusahaan di Tanah Air sampai saat ini masih menjadi kendala. Hal ini terlihat dari tetap terjadinya kecelakaan kerja di lapangan yang korbannya kebanyakan karyawan di level bawah.

Mengapa kasus kecelakaan kerja kerap terjadi, Nasrul Sjarief, Direktur Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, mengakui bahwa kalangan pengusaha, baik dari kalangan swasta lokal, BUMN maupun asing masih melihat kepada profit semata tanpa memikirkan dampak bagi keselamatan kerja, apalagi kepentingan umum.



“Kasus kecelakaan kerja yang terjadi beberapa waktu belakangan ini membuktikan bahwa korban dari kelalaian kerja bukan hanya menimpa karyawan semata, tapi juga merugikan penduduk sekitar, kelangsungan usaha sampai kepada lingkungan”, tegas Nasrul Sjarief pada pengumuman finalis “Indonesia’s Most Caring Companies for Safety Award 2006”. Untuk itu, katanya, Depnakertrans sebagai wakil dari Pemerintah, akan terus mengimbau kalangan dunia usaha agar mereka menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan masing-masing.



Sebagai gambaran, menurut data sejak 2002 hingga Januari 2005 tercatat terjadi 305.068 kasus kasus kecelakaan kerja. Dari jumlah itu, korban meninggal dunia mencapai 5.387 orang, cacat total 551, cacat sebagian 20.176, cacat fungsi 9.119, dan yang berhasil sembuh adalah 269.835 orang. Akibat kecelakaan kerja tersebut, sejak Januari 2002 - Januari 2005 PT Jamsostek telah membayar klaim santunan senilai Rp293,44 miliar, serta penggantian biaya mencapai Rp 242,7 miliar. Ini belum termasuk dana yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan.



Sementara itu George Hadi Santoso, Country Managing Director PT DuPont Indonesia yang menjadi penggagas acara “Indonesia’s Most Caring Companies for Safety Award 2006” mengungkapkan bahwa keselamatan kerja, bagi DuPont, adalah nilai-nilai dasar yang telah dianut sejak lama. Selama lebih 200 tahun, DuPont telah mengalami sendiri bahwa “Good Safety is Good Business”. Maksudnya, penerapan program keselamatan dan kesehatan kerja (safety) yang baik akan meningkatkan disiplin kerja yang berdampak pada peningkatan produktivitas. Nilai- nilai dasar ini juga menjadi pilar dari tujuan jangka panjang DuPont, yang tertuang dalam program “2015 Dupont Sustainable Goals”, di mana DuPont akan selalu mengembangkan dan menghasilkan produk yang melindungi manusia di mana saja.



Pada kesempatan yang sama, Susanto, Business Director PT DuPont Indonesia menyatakan, umumnya pengusaha terjebak paradigma berpikir yang salah, bahwa pencegahan kecelakaan kerja merupakan biaya, bukan sebagai investasi. ”Padahal jika sudah terjadi kecelakaan kerja, efek bola salju (snow ball effect) pun terjadi dan dampak paling ditakutkan para pengusaha yakni kebangkrutan.”



Paradigma biaya karena banyak pemilik perusahaan belum melihat manfaat (return) dari pencegahan tersebut karena manfaat biasanya mulai dirasakan setelah masa tertentu (di atas 3 tahun). Selain itu pengusaha masih melihat biaya musibah akibat kecelakaan kerja adalah biaya yang muncul di permukaan. Padahal ada biaya lain-lain yang jauh lebih besar dampaknya di masa depan. Biaya yang biasanya terlihat secara langsung, seperti biaya pengobatan dan ganti rugi. Padahal, tambah Susanto, ada biaya yang harus dipertimbangkan seperti biaya akibat kerusakan peralatan, hilangnya produksi, biaya tenaga kerja pengganti, sampai biaya yang tidak terukur seperti hancurnya reputasi perusahaan.


Tentang PT DuPont Indonesia.

DuPont adalah perusahaan ilmu pengetahuan. Berdiri pada tahun 1802, DuPont menerapkan sains dalam kegiatannya dengan menciptakan solusi yang berkesinambungan yang dibutuhkan untuk terciptanya kehidupan yang lebih baik, aman dan sehat bagi manusia di manapun. Beroperasi di lebih dari 70 negara, DuPont menawarkan berbagai produk dan layanan yang inovatif bagi konsumen, terutama di bidang pertanian, pangan, elektronik, komunikasi, keselamatan kerja dan pencegahannya, perumahan, konstruksi serta transportasi DuPont Safety Resources (DSR) adalah institusi yang berhubungan erat dengan keamanan dengan track record yang terbukti dalam bidang konsultasi dan pelatihan di bidang K3 dan penerapannya. Didirikan untuk memperingati 200 tahun sejarah pengalaman dan pengetahuan DuPont dalam bidang keselamatan kerja, DSR membantu perusahaan-perusahaan utama mencapai perbaikan yang berkesinambungan yang berhubungan dengan penurunan biaya-biaya asuransi dan operasional, keamanan, produktifitas, mutu produk, citra perusahaan di masyarakat dan moral karyawan.




Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi:

Asnita Kasmy
Public Affairs Manager DuPont Indonesia
Telepon : (021) 522-2555
Faksimili : (021) 522-2565