Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) 2 juta ton yang digulirkan pemerintah merupakan suatu bukti responsi negara terhadap kondisi faktual atas pangan nasional. Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris diharapkan mampu memenuhi secara mandiri kebutuhan pangannya, bahkan tidak mustahil, akan menjelma menjadi negara pengekspor komoditas pangan strategis, seperti beras dan jagung ke pasar dunia.
Upaya dan kerja keras pemerintah itu bukanlah tanpa hasil. Adalah Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan bahwa produksi padi tahun 2007 mengalami peningkatan 4,76 persen atau naik 2,59 juta ton dibanding tahun 2006. Padahal biasanya kenaikannya berkisar hanya 0,56 persen selama tahun 2006 dan 0,12 persen selama tahun 2005. Sebuah prestasi yang cukup membanggakan.
Peningkatan produktifitas hasil pada tanaman padi, tentu saja membutuhkan beberapa faktor pendukung agar hasil panen yang di dapat menampilkan performanya yang optimal. Indonesia yang beriklim tropis, memang menjadi masalah tersendiri di dalam mengatasi permasalahan gangguan hama.
Oleh karenanya, untuk dapat lebih mengoptimalkan peran serta teknologi di dalam menghela produktifitas yang pada akhirnya juga dapat memacu peningkatan produksi beras nasional, maka PT DuPont Agricultural Product Indonesia (DAPI), sebuah perusahaan terkemuka yang bergerak di bidang crop protection, bersama Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) menggelar acara Rice Conference.
Menurut DR. Hasil Sembiring, Kepala BB Padi Subang, acara ini sangat penting artinya bagi upaya peningkatan produktifitas padi di tingkat petani, yang akhirnya dapat mempengaruhi produksi secara nasional. “Hasil-hasil penelitian dan teknologi baik yang dikembangkan oleh pemerintah maupun swasta sejatinya dapat didesiminasi dan digunakan petani di daerah-daerah,” jelasnya.
Teknologi DAPI
PT DuPont Agricultural Product Indonesia adalah perusahaan multinational yang bergerak di bidang perlindungan tanaman (crop protection). Pada saat ini, DAPI akan segera meluncurkan produk terbarunya yang sangat efektif untuk mengatasi hama yang kerapkali menjadi momok bagi petani.
Produknya adalah Prevathon 50 EC. Produk ini adalah satu-satunya insektisida dengan bahan aktif klorantraniliprol yang terdaftar pertama kali di Indonesia. Bahan aktif ini termasuk golongan insektisida yang ramah lingkungan, sangat cepat menghentikan aktivitas makan hama sasaran hanya dalam tempo 7 (tujuh) menit, larut dengan sempurna serta aman.
Menurut Dr. Kok Eng Ooi, R&D Manager DuPont ASEAN , Prevathon 50 EC sangat efektif di tanaman kancang panjang,untuk menumpas hama penggorok daun (Liriomyza huidobrensis) dan penggerek polong (Maruca testulalis). Untuk tanaman cabai ampuh menumpas ulat grayak (Spodoptera litura). Dalam waktu yang tidak lama lagi produk ini akan direkomendasi dan terdaftar untuk menumpas hama penggerek batang pada tanaman padi.
Senada dengan Dr Kok, Direktur PT DAPI Nandang M Holil, menaruh harapan besar bahwa hadirnya Prevathon 50 EC ini dapat meringankan beban petani di dalam mengatasi hama-hama penggorok daun dan penggerek batang pada tanaman kacang panjang dan cabai yang sudah meresahkan.
DuPont sangat care terhadap perberdayaan komunitas tani. Demikian menurut Director DuPont Crop Protection ASEAN, SK Tan. “Melalui DuPont Community Fund (DCF) DuPont berpartisipasi aktif di bidang sosial dan komunitas, seperti antara lain membantu petani di dalam menganalisis tanah (Garut dan Sumatera Utara), Pelatihan Paramedik (Jatim dan Wonosobo), Perbaikan Sprayer (Tegal dan Jatim), Pembangunan MCK di berbagai daerah dan masih banyak,” paparnya.
Tentang DuPont
DuPont adalah perusahaan berbasis ilmu pengetahuan. Berdiri pada tahun 1802, DuPont menerapkan sains dalam kegiatannya dengan menciptakan solusi yang berkesinambungan yang dibutuhkan untuk terciptanya kehidupan yang lebih baik, aman dan sehat bagi manusia di berbagai belahan dunia. Beroperasi lebih dari 70 negara, DuPont menawarkan berbagai produk dan layanan yang inovatif bagi konsumen, terutama di bidang pertanian dan pangan; bangunan dan kontruksi; komunikasi; dan trasportasi
Untuk informasi labih lanjut
Silahkan menghubungi :
Yongki Pamungkas
Tel: 021-780 3150
HP: 0811143183

