The miracles of science™

Select Industry


2011 Indonesia Media Forum

Trend Perkembangan Usahatani Jagung Solusi Prospektif Investasi Baru Yang Menguntungkan

Indonesia, April 30, 2008

Trend perkembangan dunia yang menggunakan bahan bakar nabati, sebagai altenatif solusi untuk mengerem penggunaan bahan bakar fosil yang harganya semakin meningkat akibat berkurangnya cadangan minyak mentah dunia, telah lama diprediksi oleh banyak kalangan.
 
Penggunaan jagung, sebagai bahan baku altenatif pembuatan biofuel dan etanol seperti di negara Amerika dan China, telah memaksa negara tersebut membatasi arus ekspor jagungnya ke negara lain. Alhasil, stok jagung dunia mengalami penurunan dan harga pun melambung tinggi.
 
Dalam suatu kesempatan, Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengungkapkan, trend naiknya harga jagung dunia malah membawa keberkahan bagi Indonesia. Terbukti, akibat harga jagung dunia naik, harga jagung domestikpun setali tiga uang. Oleh karenanya, menjadi mahfum jika petani yang tadinya menanam padi dan kedelai di beberapa daerah, kini berpindah menanam jagung.

Di Jawa timur, harga jagung di tingkat petani saat ini mencapai Rp. 2000/kg. Dengan penanaman rekomendasi DuPont (benih Pioneer), biaya produksi yang dikeluarkan petani Rp. 5 juta/hektar. Dengan rata-rata produksi per hektar 8 ton pipilan kering, maka petani mendapatkan hasil Rp. 16 juta/ha. Setelah dikurangi biaya produksi maka pendapatannya 11 juta/ha. Suatu hasil yang menjanjikan.  

Menyikapi kenyataan di atas, PT. DuPont Indonesia, produsen benih jagung unggulan Pioneer  bersama Gendera (Gerakan Rakyat Sejahtera) mengajak para pemimpin /CEO perusahaan nasional dan multinasional, pengamat dan pelaku agribisnis untuk turut melihat secara lebih dekat tentang hal-hal yang berkenaan dengan jagung, mulai dari teknis budidaya, pengolahan setelah panen hingga aspek bisnisnya.

Gendera (Gerakan Desa Sejahtera), adalah sebuah gerakan rakyat terpadu yang dimotori oleh Tokoh Pertanian Nasional Siswono Yudo Husodo. Gendera tertarik untuk ikut berpartisipasi dalam upaya Swasembada jagung di Indonesia, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, dengan mengambil moment yang kondusif atas tingginya harga jagung dunia.

Di lain pihak, PT. DuPont Indonesia telah menjalin hubungan kerjasama dengan pihak PTPN maupun PERHUTANI dalam bidang budidaya jagung, dengan memanfaatkan lahan TBM (tanaman belum menghasilkan) di area PTPN, maupun area PERHUTANI yang tidak tertanami.  Hasil yang didapat dari budidaya jagung tersebut digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan para karyawan, petani penggarap maupun masyarakat sekitar perkebunan atau hutan.


Pioneer Tour

Country Manager PT DuPont Indonesia, Mardahana, menyatakan bahwa upaya sosialisasi atas semua aspek yang berkenaan dengan komoditas jagung kepada komunitas khusus, seperti para CEO perusahaan nasional itu sungguh sesuatu yang menarik bagi DuPont.  Budaya perilaku di Indonesia selalu dilihat dari para pemimpinnya. Jika para pemimpinnya turut menanam jagung tidak menutup kemungkinan kolega dan jaringan bisnisnya akan mengikuti langkahnya. "Jelas ini sangat baik bagi upaya peningkatan produksi jagung nasional kita," katanya.

Menurut Adhie Widihartho, Market Development Manager PT DuPont Indonesia, Pioneer tour ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman dan penjelasan secara lebih konfrehensif tentang apa dan bagaimana berbisnis jagung, sehingga dapat menghasilkan hasil panen sesuai harapan. "Yang menarik, akan ada diskusi yang inten diantara undangan dengan para petani hutan, lembaga masyarakat desa hutan dan para pemangku hutan, sekaligus mencari bisnis model yang paling tepat dalam pengembangan jagung di Indonesia khususnya kerjasama antar pihak dengan motto hidup berdampingan, saling menguntungkan"tandasnya. 

Kegiatan Pioneer tour tersebut diadakan di lahan milik PERHUTANI di daerah Grobogan, dan mendapat dukungan dari produsen pupuk Agrobost.


Tentang PT. DuPont Indonesia

PT. DuPont Indonesia memproduksi dan memasarkan benih jagung hibrida Pioneer sejak tahun 1988 dan merupakan pemimpin pasar dalam industry benih jagung hibrida di Indonesia. PT. DuPont Indonesia telah melepas 23 varietas benih jagung hibrida Pioneer, sedangkan varietas yang masih diproduksi dan dipasarkan adalah varietas P7, P11, P12, P21, dan P23. Pada tahun 2007, PT. DuPont Indonesia mulai memasarkan padi hibrida PP1 dan melepas padi hibrida PP2 dan MARO.

Pioneer Hi- bred International, Inc, adalah anak perusahaan DuPont, merupakan pengembang dan pemasok genetika tanaman terkemuka untuk para petani di seluruh dunia.

DuPont adalah perusahaan ilmu pengetahuan. Berdiri pada tahun 1802, DuPont menerapkan sains dalam kegiatannya dengan menciptakan solusi yang berkesinambungan yang dibutuhkan untuk terciptanya kehidupan yang lebih baik, aman dan sehat bagi orang-orang di manapun. Beroperasi di lebih dari 70 negara, DuPont menawarkan berbagai produk dan layanan yang inovatif bagi konsumen, terutama di bidang pertanian, pangan, elektronik, komunikasi, keselamatan kerja dan pencegahannya, perumahan, konstruksi dan transportasi.
 
Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi:
Tri Koentjoro
Sales Development Manager
PT. DuPont Indonesia
Telp: (021) 7802371/0811196133
Fax: (021) 7802785